Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Setelah Maria, Khadija memberikan kesaksian memang benar pada malam itu sekitar jam tiga lebih Noura menelponnya dan menceritakan kisah sedihnya. Namun Noura minta agar tidak memberitahukan Bahadur bahwa dia menelponnya. Amru lalu memberikan selembar kertas dari kantor telkom Mesir berisi perincian pemanggilan dan penerimaan panggilan nomor telpon rumah Maria. Yang membuat heran adalah Amru membunyikan rekaman pembicaraan Noura-Khadija via telpon malam itu. Setelah itu Amru mengajukan kesaksian paling mengejutkan yaitu kesaksian lelaki ceking bernama Gamal yang pada saat pengadilan pertama menjadi saksi pihak Noura. Kini Gamal bersaksi kembali:

“Pak Hakim dan hadirin semuanya. Saya ingin memberikan kesaksian yang sejujurnya. Di tempat ini saya hendak berkata apa sebenarnya yang saya alami. Sebenarnya apa yang saya katakan pada pengadilan pertama tidak benar. Saya minta maaf atas kesaksian palsu saya. Saya khilaf. Dan pada kesempatan kali ini saya mengaku dengan sejujurnya saya tidak tahu menahu mengenai masalah ini. Saya tidak melihat nona Noura turun dan masuk rumah Fahri. Sebab malam itu saya tidur di rumah bersama isteri dan anak saya. Saya bukan seorang pemburu burung hantu. Itu semua rekayasa belaka. Terima kasih.”

Setelah mendengar semua kesaksian itu Amru berpidato dengan bahasa yang luar biasa kuatnya. Ia meyakinkan kepada siapa saja yang mendengarnya bahwa Noura seorang pemfitnah. Berkali-kali dengan bahasa yang kuat dan tajam dia menghabisi Noura. Kulihat Noura pucat dan meneteskan air mata. Selesai Amru bicara Noura angkat tangan dan minta kepada hakim untuk bicara. Hakim memberinya waktu lima menit. Noura berdiri dan menuju podium. Di sana dia berbicara dengan kepala menunduk sambil menangis terisak-isak:

“Pak Hakim dan hadirin sekalian. Selamanya kebenaran akan menang. Jika tidak di pengadilan dunia maka kelak di pengadilan akhirat. Selamanya rekayasa manusia tiada artinya apa-apa dibanding kekuasaan Tuhan. Hadirin, jika ada gadis malang di dunia ini yang semalang-malangnya adalah diriku. Sejak kecil sampai beberapa bulan yang lalu aku diasuh oleh orang yang bukan orang tua kandungku. Waktu bayi aku tertukar di rumah sakit dengan bayi lain. Aku hidup dalam keluarga bermoral setan. Namun aku selalu tabah dan terus bertahan. Sampai akhirnya malam itu. Aku ingin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Malam itu sebelum aku diusir dan diseret si jahat Bahadur ke jalan terlebih dahulu aku diperkosanya…hiks..hiks..!” Noura tersedu sesaat lamanya. Ruang pengadilan diselimuti keheningan berbalut kepiluan dan rasa kasihan.

“Aku merasa bisa menyembunyikan aib yang menimpaku. Aku kira tidak akan terjadi apa-apa denganku. Waktu terus berjalan sampai akhirnya Allah mempertemukan diriku dengan kedua orang tua kandungku lewat bantuan banyak orang termasuk, Fahri, Maria, Nurul, Syaikh Ahmad dan Ummu Aiman. Kedua orang tua kandungku adalah orang terpandang dan dari keluarga besar terhormat. Mereka menerima kedatanganku dengan penuh rasa bahagia luar biasa. Petaka itu datang kembali ketika perutku semakin membesar. Mereka menanyakan padaku siapa yang telah menghamiliku. Aku tak mau berterus terang bahwa Bahadur yang menghamiliku dengan memperkosa. Aku sudah sangat benci dengan dirinya. Akhirnya aku berbohong pada mereka yang menghamiliku adalah Fahri. Sebab aku sangat mencintai Fahri dengan harapan Fahri nanti mau menikahiku. Namun yang kulakukan ternyata tak lain adalah dosa besar yang sangat keji aku telah menghancurkan kehidupan orang yang kucintai dan di sisi lain aku telah membiarkan penjahat yang menghamiliku tertawa terbahak-bahak. Semua rekayasa yang telah diatur rapi juga diporak-porandakan oleh kekuasaan Allah Swt. Di sini, sebelum di akhirat nanti, aku akui dengan sejujurnya Fahri tidak bersalah. Dia bersih. Dan kepadanya dan kepada keluarganya serta siapa saja yang terzhalimi atas kebodohanku aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. Aku memang ditakdirkan untuk hidup malang di dunia. Namun aku bertekad memperbaiki diri agar tidak malang di akhirat kelak.”

Atas dasar semua bukti yang ada dan pengakuan Noura akhirnya mau tidak mau Dewan Hakim memutuskan diriku tidak bersalah dan bebas dari dakwaan apa pun. Takbir dan hamdalah bergemuruh di ruang pengadilan itu dilantunkan oleh semua orang yang membela dan bersimpati padaku. Seketika aku sujud syukur kepada Allah Swt. Aisya memelukku dengan tangis bahagia tiada terkira. Paman Eqbal dan bibi Sarah tak mampu membendung air matanya. Syaikh Ahmad dan Ummu Aiman juga sama. Nurul dan suaminya yaitu Mas Khalid datang memberi selamat dengan mata berkaca. Satu persatu orang-orang Indonesia yang di dalam ruangan itu memberi selamat dengan wajah haru. Amru memberi tahu bahwa Kolonel Ridha Shahata, sepupu Syaikh Ahmad yang memiliki posisi cukup penting di Badan Kemanan Negara juga punya andil dalam membantu mendapatkan bukti dari kantor telkom dan memaksa Gamal berkata jujur. Suatu bukti bahwa dunia belum kehilangan orang-orang yang baik dan cinta keadilan.

 

29. Nyanyian dari Surga

Begitu divonis bebas, aku dibawa oleh Aisha ke rumah sakit Maadi untuk diperiksa. Penyiksaan dipenjara seringkali menyisakan cidera atau luka. Dokter mengatakan aku harus dirawat di rumah sakit beberapa hari untuk memulihkan kesehatan. Beberapa jari kakiku yang hancur harus ditangani serius. Ada gejala paru-paru basah yang kuderita. Aisha memesankan kamar kelas satu bersebelahan dengan kamar Maria. Teman-teman dari Indonesia banyak yang menjenguk, meskipun mereka sedang menghadapi ujian semester ganjil Al Azhar. Sementara musim dingin semakin menggigit.

Sudah tiga hari, sejak jatuh tak sadarkan diri saat memberikan kesaksian di pengadilan Maria belum juga siuman. Dokter mengatakan ada kelenjar syaraf di kepalanya yang tak kuat menahan emosi yang kuat mendera. Ada pembengkakan serius pada pembuluh darah otaknya karena tekanan darah yang naik drastis. Akibatnya dia koma. Untung pembuluh darah otaknya itu tidak pecah. Kalau pecah maka nyawanya bisa melayang.

Sekarang tidak hanya Madame Nadia dan keluarganya saja yang merasa bertanggung jawab menunggui Maria. Aisha merasa punya panggilan jiwa tak kalah kuatnya. Ia sangat setia menunggui diriku dan menunggui Maria. Ia bahkan sering tidur sambil duduk di samping Maria. Aisha menganggap Maria seperti adiknya sendiri. Beberapa kali aku memaksakan diri untuk bangkit dari tempat tidur dan menemani Aisha menunggui Maria.

Pada hari keempat sejak Maria tak sadarkan diri, tepatnya pada pukul sembilan pagi handphone Aisha berdering. Aisha mengangkatnya. Ia terkejut mendengar suara orang yang menelponnya. “Alicia? Di mana? Oh masya Allah, Subhanallah! Ya..ya…baik. Kalau begitu kau naik metro saja turun di Maadi. Aku jemput di dekat loket tiket sebelah barat. Okey? Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullah.”

Aisha lalu tersenyum padaku dan berkata,

“Selamat untukmu Fahri, kau telah mendapatkan kenikmatan yang lebih agung dari terbitnya matahari. Alicia sudah menjadi muslimah sekarang. Apa yang kau lakukan sampai kau akhirnya jatuh sakit itu tidak sia-sia. Jawabanmu itu mampu menjadi jembatan baginya menemukan cahaya Tuhan. Dia ingin menemuimu. Kira-kira pukul setengah sepuluh dia akan sampai di Mahattah Maadi.”

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.