Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Setelah Syaikh Utsman, tanpa kuduga Madame Nahed, dan Yousef menjenguk. Mereka berdua meneteskan air mata melihat keadaanku.

“Madame, maafkan aku yang tidak sempat menjenguk Maria.”

“Tak masalah. Sungguh sangat tragis nasibmu, Anakku. Kau menolong dia tapi dia malah membalasnya dengan fitnah yang keji sekali. Aku sudah membaca semuanya di koran. Seluruh koran yang memuat berita persidangan itu tak ada yang membelamu. Andaikan Maria sehat dia pasti akan menulis membelamu. Sayang dia…ah!” Madame Nahed terisak. Aku takut sesuatu telah terjadi pada Maria.

“Kenapa Maria, Madame?” tanyaku cemas.

“Sakitnya sangat parah. Empat hari ini dia koma. Hanya kadang-kadang dia seperti sadar, mulutnya berkomat-kamit mengatakan sesuatu. Dan apakah kau tahu apa yang dia katakan, Anakku?” Suara Madame Nadia terbata-bata.

“Apa Madame?”

“Dia menyebut-nyebut namamu. Hanya namamu, Anakku. Dia ternyata sangat mencintaimu!”

Kalimat yang diucapkan Madame Nahed bagaikan guntur yang menyambar kepalaku.”Tak mungkin itu terjadi, Madame!” bantahku.

Yousef langsung menyahut:

“Benar Fahri, Maria sangat mencintaimu. Aku telah membaca diary khususnya. Dia menulis semua perasaan cintanya padamu di sana. Dalam diarynya itu aku juga menemukan kwitansi pembayaran semua biaya pengobatanmu. Maria diam-diam mengambil tabungannya dan membayar pengobatanmu tanpa ada satupun dari kami yang tahu. Dia sangat mencintaimu. Sayang diarynya tidak aku bawa. Nanti akan aku bawa kemari agar kau bisa membacanya sendiri.”

Keterangan Yousef membuat hatiku mau runtuh. Air mataku tanpa terasa meleleh. Baru aku tahu bahwa malaikat itu adalah Maria.

“Kenapa dia tidak mengungkapkan isi hatinya padaku?” lirihku.

“Dia malu. Dia menunggu saat yang tepat untuk membangun keberaniannya tapi terlambat. Ketika tahu kau telah menikah dengan Aisha yang baru beberapa bulan kenal denganmu dia sangat terpukul. Dia sangat menyesal. Padahal dirinya telah mengenalmu jauh lebih lama dan lebih dalam dari Aisha. Itu ia tulis setelah pulang dari Hurgada dan tahu kabar pernikahanmu. Aku baru tahu kenapa dia selalu murung dan tidak bersemangat hidup. Maria menulis dibaris terakhir, when some one is in love he cannot think of anything else. Bila seseorang dimabuk asmara, dia tak bisa memikirkan hal yang lain. Dia tidak bisa lepas untuk memikirkan dirimu, memikirkan cintanya, sampai akhirnya jatuh sakit.” Yousef meneteskan air mata.

“Anakku, aku takut dia akan mati..hiks..hiks!” Madame Nahed terisakisak.

Aku jadi melupakan nasibku sendiri. Mataku basah melihat kesedihan Madame Nahed. Dan Maria, oh, kenapa semua ini bisa terjadi!?

“Oh, andaikan aku bisa membantu. Aku merasa menjadi manusia paling tiada berguna karena tidak bisa berbuat apa-apa. Aku sendiri sekarang dibayangbayangi vonis hukuman gantung. Oh apa yang bisa aku lakukan?” Ucapku sedih.

Yousef mengeluarkan tape kecil dari jaketnya dan berkata, “Kata dokter, Maria harus dirangsang dengan suara atau sentuhan dari orang-orang yang dicintainya. Dia sepertinya telah kehilangan gairah untuk hidup. Suara orang yang dicintainya harus mendorongnya untuk hidup, harus memberikan harapan-harapan yang indah baginya. Fahri tolonglah, bicaralah pada Maria apa saja. Ini salah satu usaha menolong dia. Nanti akan kami perdengarkan suaramu di telinganya.”

“Iya anakku tolonglah! Maria sangat mencintaimu dan merindukan suaramu,” desak Madame Nahed.

Demi sebuah nyawa aku memenuhi permintaan Yousef dan Madame Nahed. Dengan suara kupaksakan kebiasa-biasanya, aku berbicara apa saja pada Maria. Terkadang aku berusaha tertawa. Atau mengingatkan sesuatu yang kirakira berkesan baginya. Hanya satu yang tidak kuucapkan di sana yaitu kalimat aku mencintaimu. Tak mungkin, karena kalimat itu hanya berhak untuk Aisha seorang. Aku berharap suaraku berguna untuk membantu menyembuhkan Maria. Bahwa di dalam penjara sekali pun aku bisa melakukan sesuatu untuk orang lain. Namun begitu mengingat kata-kata Madame Nahed dan Yousef bahwa Maria sakit karena mencintaiku aku jadi sedih sekali. Aku jadi tidak mengerti apa itu cinta sebenarnya? Yang kutahu cinta adalah apa yang terjadi antara diriku dengan Aisha. Itu saja. Tapi apa yang dirasakan Nurul. Yang dirasakan Noura dan yang dirasakan Maria aku tidak tahu. Apakah itu cinta? Ah cinta. Semacam duka. Mengiris jiwa.

* * *

Persidangan kedua sangat menegangkan. Tuan Boutros hadir memberikan kesaksiannya. Beliau membantah keterangan Noura yang mengatakan malam itu masuk di kamarku. “Jam lima pagi ketika saya bangun, saya menemukan Noura bersama Maria di kamarnya. Dan Maria bercerita Noura sejak tengah malam ada dikamarnya.”

Penuntut bertanya pada Tuan Boutros, “Apakah antara jam 2 sampai jam 5 anda tidak tidur, jadi anda tahu persis Noura selalu bersama Maria, misalnya mendengar suara mereka dalam rentang waktu itu?”

Tuan Boutros dengan jujur menjawab, “Tidak saya sedang tidur. Bahkan jeritan Noura dipukul Bahadur juga tidak saya dengar. Saya terlelap dan bangun setengah lima.”

Noura diminta bicara. “Maria berkata tidak benar kalau aku bersamanya terus. Yang benar pukul tiga Maria mengantarku ke tempat Fahri yang hanya berada di bawahnya. Di kamar Fahri pemerkosaan atas diriku terjadi. Dan ketika azan pertama berkumandang, aku kembali ke tempat Maria. Saat itu seluruh isi rumah Maria masih tidur, termasuk Tuan Boutros, kecuali Maria.” Kata Noura.

Teman-teman satu rumah yang pada malam kejadian itu ada di rumah ikut memberikan kesaksian. Mereka semua menolak tuduhan Noura. Tapi mereka juga jujur menjawab ketika ditanya sedang apa antara jam tiga sampai azan pertama? Jawabnya tidur. Hamdi masih berusaha membela, “Saya ini termasuk manusia yang sangat sensitif. Seringkali dalam keadaan tidur jika pintu dibuka saya terbangun. Jika Noura masuk rumah pasti saya terbangun. Saya tidak terbangun malam itu?”

Penuntut malah tersenyum dan berkata, “Menurut cerita Fahri kalian malam itu berpesta hingga kenyang, benarkah?”

“Benar!” jawab Hamdi.

“Itulah salah satu penyebab kenapa kau tidak terbangun ketika Noura masuk. Karena kau terlalu kenyang. Dan itu sudah sangat wajar terjadi!”

Nurul memberikan kesaksian dengan suara terbata-bata menahan emosi. Ia menceritakan cerita yang dikisahkan sendiri oleh Noura kepadanya ketika Noura menginap beberapa hari di rumahnya. Cerita yang sangat berbeda dengan yang dikatakan Noura di sidang pengadilan. “Saya yakin Noura saat ini sedang berbohong. Apa yang dia katakan di pengadilan ini dusta. Dia bercerita malam itu di kamar Maria dan baru bertemu Fahri pukul tujuh pagi. Dan uang dua puluh pound itu diberikan kepadanya bukan sebagai harga atas kegadisannya. Itu fitnah. Fahri tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu. Dia menyentuh tangan perempuan saja tidak mau.”

Noura menolak kesaksian Nurul dan berkata dengan tenang, “Memang seperti itu yang aku kisahkan pada Nurul. Saat itu aku tidak mungkin dengan jujur menceritakan apa yang terjadi pada diriku di kamar Fahri. Aku tidak mungkin menceritakan aib. Aib diriku dan aib orang yang akan jadi suamiku, karena dia memang berjanji akan menikahiku. Sebenarnya yang terjadi adalah seperti apa yang aku ceritakan. Saat itu aku juga mengira uang dua puluh pound itu ikhlas diberikan oleh Fahri sebagai ongkos pergi ke Masakin Utsman. Aku tidak mengira sama sekali saat itu kalau itu adalah sebagai harga akan kegadisanku yang direnggut Fahri. Aku tahu kebusukkannya setelah dia terang-terangan tidak mau menikahiku dan malah mengatakan diriku pelacur sebab telah ia bayar dengan dua puluh pound saja mau.”

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.