Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Noura lalu menangis terisak-isak di podium. Orang-orang Mesir yang tidak tahu masalah sesungguhnya terbakar emosinya. Mereka berteriak-teriak minta kepada hakim menggantung diriku. Aku sendiri sangat terpukul mendengar semua yang dikatakan Noura. Aku tidak percaya bahwa yang dipodium itu adalah Noura. Gadis innocent yang sangat pendiam yang dulu sangat aku kasihani. Kini Noura seperti puteri jahat yang siap mencincangku dengan belati beracun yang ia sembunyikan di balik bajunya.

Aku melihat ke arah orang-orang yang simpati padaku. Wajah Syaikh Ahmad tampak marah. Aisha jatuh pingsan. Tiba-tiba Nurul berteriak lantang dan memaki-maki Noura yang tidak tahu balas budi dan mengarang cerita bohong. Hakim mengetuk palunya berkali-kali meminta semuanya untuk tenang. Dia lalu meminta tanggapanku. Dengan emosi yang kutahan aku menolak tuduhan Noura. Aku jelaskan bahwa Noura sama sekali tidak pernah masuk kamarku. Aku bahkan belum pernah menyentuh kulit Noura. Malam itu Noura bersama Maria sampai pagi. Tiba-tiba Noura berteriak menganggap diriku yang bohong. Hakim menenangkan Noura. Pihak jaksa mengajukan saksi. Seorang lelaki ceking bernama Gamal. Hakim mempersilakan saksi itu bicara setelah disumpah. Seorang lelaki mengaku melihat aku membukakan pintu dan mengajak Noura masuk rumah jam tiga dini hari, Kamis 8 Agustus 2003.

Amru pengacaraku mengintrogasi saksi itu. Sang saksi bersikukuh melihat dengan jelas Noura masuk rumahku. Amru bertanya posisinya di mana dan sedang apa dia sampai begitu jelas melihat Noura masuk rumahku. Dia menjawab dia seorang pemburu burung hantu. Hobinya berburu pada waktu malam. Kebetulan ia melintas di apartemen dan di situ melihat ada burung hantu. Ia hendak menembaknya dari jarak dekat dengan cara naik ke sutuh melalui tangga. Ketika ia naik itulah dari jarak tiga meter ia melihat Noura masuk flat di lantai tiga.

Aku heran dengan lelaki ceking bernama Gamal. Bagaimana mungkin dia berani membuat kesaksian palsu seperti itu. Belum pernah aku mendengar ada seorang yang hobinya sedemikian aneh. Untuk apa burung hantu diburu? Tubuhku tiba-tiba terasa dingin dan gemetaran. Aku yakin keluarga Noura telah menggunakan segala cara untuk menggantung diriku. Yang aku tidak bisa mengerti adalah perubahan diri Noura. Beberapa waktu yang lalu ia menulis surat sangat mencintaiku. Kini tiba-tiba ia ingin membunuhku. Apa dosa dan salahku padanya? Apakah karena aku tidak menanggapi perasaannya dia lalu dendam yang ingin membunuhku? Kenapa dia begitu keji memfitnahku. Kapan sebenarnya dirinya kehilangan kegadisannya sehingga hamil? Dan siapa sebenarnya yang menghamili dirinya? Semua pertanyaan itu bagaikan palu yang menghantam-hantam batok kepalaku. Aku nyaris tak sanggup menegakkan kepalaku. Hakim memutuskan melanjutkan sidang minggu depan. Aku turun dari kerangkeng terdakwa dengan dikawal dua polisi. Orang-orang Mesir mencacimaki diriku dengan kata-kata kotor. Seorang ibu setengah baya bahkan melempar botol air mineral dan mengenai mukaku. Polisi yang mengawalku tidak begitu peduli. Aku dibawa kembali ke penjara. Di dalam penjara aku teringat Aisha yang tadi jatuh pingsan. Aku takut kondisi psikisnya berpengaruh pada janin yang dikandungnya.

* * *

Sampai di dalam penjara, Profesor Abdul Rauf menanyakan jalannya sidang. Aku ceritakan semuanya dari awal masuk ruang sidang sampai dilempar botol mineral oleh seorang wanita setengah baya saat berjalan meninggalkan ruang sidang. “Profesor, perlakuan wanita setengah baya itu aku maklumi dia tidak tahu masalah sebenarnya. Yang aku heran dan belum bisa kumengerti adalah Noura. Gadis itu pernah menulis surat ucapan terima kasih dan perasaan cinta padaku dengan sedemikian tulusnya. Tapi dipengadilan itu ia menjadi orang yang sama sekali tak kukenal. Ia tampak sangat membenci aku dan ingin sekali membinasakan diriku. Aku juga heran dengan lelaki ceking bernama Gamal. Bagaimana mungkin dia bisa setega itu memberikan kesaksian palsu untuk membinasakan orang? Apakah dia sudah tidak punya nurani?” Kataku.

“Noura itu sebenarnya sangat mencintaimu. Karena dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan darimu dia berubah membencimu. Cinta yang berubah jadi kebencian tiada tara itu seringkali terjadi dalam sejarah kehidupan manusia,” jawab Profesor Abdul Rauf.

“Dan orang seperti Gamal jangan kau herankan keberadaannya di zaman yang telah kehilangan nurani kemanusiaannya seperti sekarang. Uang menjelma menjadi tuhan. Uang adalah segalanya. Demi uang begundal seperti Gamal siap mengerjakan apapun saja,” sahut Haj Rashed.

“Berbicara tentang kemanusiaan, aku jadi teringat sebuah film sukses yang dibuat oleh Spielberg yaitu ET. Lewat film itu Spielberg ingin menunjukkan bahwa mungkin tempat terbaik untuk untuk menemukan nilai-nilai kemanusiaan adalah diangkasa, tidak di bumi.” Suara Ismail terdengar parau. Tadi malam ia menjadi bulan-bulanan para algojo penjara.

“Kau suka menonton film Amerika juga rupanya?” Haj Rashed agak kurang senang.

“Sebenarnya tidak juga. Aku menonton film itu karena penasaran pada analisa Profesor Akbar S. Ahmad dalam karyanya Postmodernism and Islam. Dan memang seperti itu ironi yang dibangun Spielberg dalam film ET. Nilai-nilai kemanusiaan di bumi semakin punah,”jJawab Ismail.

“Tapi, insya Allah, selama masih ada yang teguh kukuh mengamalkan AlQur’an dan As Sunnah, nilai-nilai kemanusiaan tidak akan hilang dari muka bumi ini!” tukas Professor Abdul Rauf Manshour mantap.

“Insya Allah,” sahut kami semua hampir kompak.

Tiba-tiba pintu digedor. “Tahanan nomor 543!” Kali ini sipir bersuara cempreng yang memanggil. Meskipun suaranya cempreng tapi kalau menyiksa para tahanan tak kenal belas kasihan. Menurut cerita Hamada ia pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Si Cempreng itu memasukkan mata ganco ke dalam lubang hidung seorang tahanan yang tangan dan kakinya diikat lalu menarik ganco itu kuat-kuat. Tak ayal hidung tahanan miskin itu sobek tak karuan bentuknya. Tahanan miskin itu sudah lama tiada kabarnya. Mungkin telah mati.

“Hai, keledai 543 apa kau dungu!? Apa aku perlu menyeretmu dengan ganco?” Si Cempreng kembali mendesis seperti ular.

“Ya saya!” jawab Marwan santai sambil melangkah ke pintu. Setelah pintu terbuka. Kami mendengar suara: buk! buk!

“Doakanlah Marwan, semoga dia tidak cedera berat!” Suara Profesor Abdul Rauf membuat hati kami gerimis. Setiap hari selalu ada yang jadi mainan para algojo penjara. Aku bersyukur bahwa setelah kedatangan Magdi, KBRI, dan PPMI siksaan yang kuterima sebagai sarapan pagi semakin ringan.

* * *

Satu hari menjelang persidangan kedua Syaikh Utsman datang menjenguk bersama Paman Eqbal. Syaikh Utsman banyak memberi siraman jiwa. “Kau harus ikhlas menerima cobaan ini. Kau tidak boleh sedikitpun merasa ragu akan kasih sayang Allah kepadamu. Kau tentu tahu, Allah sangat mencintai Nabi Yahya. Dan Nabi Yahya itu kepalanya dipenggal untuk dihadiahkan kepada seorang pelacur. Husein cucu baginda Nabi juga dipenggal kepalanya. Ditancapkan diujung tombak dan diarak di kota Kufah. Mereka tetaplah manusia-manusia mulia meskipun kelihatannya dinistakan dan dihina. Orang yang divonis salah oleh pengadilan dunia belum tentu salah di pengadilan akhirat dan sebaliknya. Dekatkanlah dirimu kepada Allah!” Kunjungan Syaikh Utsman sangat berarti bagiku. Nasihat beliau bagaikan embun menetes di pagi hari musim semi. Aku semakin mempersiapkan diri untuk menerima apapun yang terjadi.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.