Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

“Apa sebenarnya yang terjadi setelah hari itu?” tanyaku penasaran.

“Aku tak sanggup menceritakannya. Tanyakanlah pada Magdi?” jawab Aisha dengan tetap memeluk erat diriku.

Kami lalu duduk. Kutanyakan apa yang terjadi pada Aisha pada Magdi. Dengan tenang Magdi, polisi yang sering kujumpai shalat berjamaah di masjid dekat apartemen itu bercerita:

“Sebelumnya maafkan diriku, aku tidak bisa membantumu saat kau ditangkap. Karena mereka membawa surat penangkapan lengkap. Meskipun aku secara pribadi tidak yakin akan kebenaran tuduhan yang digunakan sebagai alasan penangkapanmu. Dan anggapanku ini agaknya benar. Satu hari setelah kau ditangkap, sekitar jam sepuluh pagi polisi berkumis yang ikut menangkapmu itu kembali datang. Ia minta izin mau bertanya sedikit pada Madame Aisha, isterimu. Aku menanyakan surat izinnya. Dia bilang tidak bawa tapi ini tugas penting yang harus dikerjakannya. Dia hanya akan bertanya beberapa hal pada Aisha, membutuhkan waktu tak lebih dari sepuluh menit saja. Akhirnya kuizinkan dia naik. Namun aku dan Hosam punya firasat tidak baik dan curiga dengan tindaktanduknya. Diam-diam kami naik juga ke atas membuntutinya memakai lift satunya. Sampai di lantai 7 kami kaget oleh teriakan Madame Aisha. Kami berdua langsung mendobrak pintu sekuat tenaga. Dan kami melihat Si Kumis sedang mengejar Madame Aisha di ruang tamu hendak memperkosanya. Seketika itu juga dia kami bekuk!”

Darahku mendidih, aku nyaris tidak bisa menguasai amarahku mendengar cerita Magdi.

“Kurang ajar! Akan kucari dan kubunuh keparat itu!” teriakku dengan mengepalkan tangan kuat-kuat. Bagiku kehormatan isteriku adalah segalagalanya, jauh diatas kehormatan diriku sendiri. Kesucian isteriku sama dengan kesucian kitab suci, tidak boleh ada seorang pun yang menodainya apalagi menginjak-injaknya. Kesucian isteriku adalah nyawaku. Ketika ada orang yang berusaha menjamah kesuciannya maka nyawaku akan kupertaruhkan untuk membelanya. Seandainya aku punya seribu nyawa akan aku korbankan semuanya untuk menjaga kesucian isteriku tercinta. Mati seribu kali lebih ringan bagiku daripada ada orang yang menjamah kesuciannya. Malaikat maut pun akan aku hajar jika dia mencoba-coba menodainya. Aku rela dijuluki apa saja untuk membela kesucian isteriku tercinta.

“Insya Allah, kau tidak akan lagi bertemu dengannya!” kata Magdi sambil tersenyum.

“Maksudmu?” tanyaku.

“Dia sedang diproses ke tiang gantungan. Dia terlalu bodoh. Dia salah perhitungan. Dia mengira isterimu adalah orang Indonesia. Dan kau tentu tahu banyak perempuan Indonesia diperkosa di mana-mana, di Saudi, di Singapura, di Malaysia, di Hongkong, di Taiwan, juga beberapa kali di Mesir dan para pemerkosanya tidak tersentuh hukum sama sekali. Diplomasi Indonesia sangat lemah. Si Kumis itu beranggapan begitu. Dia merasa perbuatannya akan amanaman saja sebab yang akan ia perkosa adalah perempuan Indonesia. Dia menganggap kami berdua seperti penjaga apartemen biasa yang tidak akan berani mengusiknya. Tapi dia keliru. Kami tidak akan membiarkan siapa pun berbuat jahat di apartemen yang kami jaga. Dia langsung kami bekuk begitu tertangkap basah hendak melakukan perbuatan jahat itu. Madame Aisha langsung mengontak Mr. Minnich, Atase Politik Kedutaan Jerman. Kedutaan Jerman langsung mengontak kementerian luar negeri meminta agar penjahat yang mencoba menyakiti warganya ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di Mesir yaitu hukuman gantung. Si Kumis itu dalam tahanan kami masih bisa tertawa karena ia yakin akan ada yang membebaskannya. Benar, lima jam setelah itu ada perintah untuk membebaskannya. Namun belum sempat kami bebaskan sudah ada perintah lagi untuk memprosesnya secara hukum. Yang kami tahu Jerman mengancam akan mengopinikan di negaranya dan di Eropa bahwa Mesir tidak aman jika polisi brengsek itu tidak ditindak tegas. Jerman juga mengancam akan membatalkan beberapa kerjasama perdagangan dan perindustrian dengan Mesir. Menurut Mr. Minnich keselamatan seorang warganya sama dengan keselamatan presidennya. Tak ada pilihan bagi pemerintah Mesir kecuali menindak tegas seorang oknum tidak bertanggung jawab itu. Tapi setelah kami selidiki agaknya memang ada skenario jahat yang ingin menghancurkan dirimu dan keluargamu, Fahri!” jawab Magdi.

“Maksudmu?”

“Aku sudah bertemu Syaikh Ahmad. Beliau meyakinkan padaku bahwa kau tidak mungkin melakukan hal itu. Selama tiga hari kemarin di samping menangani kasus Si Kumis, aku dan Eqbal berusaha mencari di mana kau berada. Si Kumis bilang di serahkan ke penjara Tahrir. Pihak Tahrir bilang sudah dibawa ke Nasr City. Nasr City bilang sudah diambil Abbasea. Pihak Abbasea bilang sudah dibawa lagi ke Tahrir. Ada orang yang cukup punya kuasa yang mendalangi semua ini, kemungkinan dia seorang oknum dari Keamanan Negara, sampai aku nyaris tidak berdaya dan para polisi itu juga takut memberikan keterangan jelas mengenai keberadaanmu. Pihak Kedutaan Indonesia juga alot di Tahrir. Untung tadi pagi Aisha mendapat telpon dari seorang perempuan yang mengatakan anaknya satu sel denganmu. Dan kami langsung meluncur kemari. Kasus Aisha sudah beres, kau tinggal menunggu kabar penjahat itu digantung. Sekarang tinggal masalahmu. Masalah yang tidak mudah. Coba ceritakanlah padaku bagaimana sebenarnya yang terjadi sampai kau dituduh memperkosa gadis bernama Noura itu?”

Aku lalu menjelaskan semua yang terjadi malam itu, dimulai dari kabar kelulusanku, makan ayam panggang di Sutuh bersama teman-teman, jeritan Noura, minta tolong Maria, sampai menitipkan Noura pada Nurul di Masakin Utsman. Juga aku ceritakan sepucuk surat cinta dan ucapan terima kasih dari Noura.

“Di mana surat itu sekarang?”

“Aku berikan pada Syaikh Ahmad.”

Seorang polisi memberi tahu waktu berkunjung telah habis. Aisha memberikan bungkusan berisi makanan. Dia mengajakku ke pojok ruangan. Di sana dia membuka cadarnya sehingga aku bisa menatap wajahnya. Dia menangis dan tampak sedih. Aku mencium pipinya. “Jaga diri baik-baik, jaga kesehatanmu dan kandunganmu, teruslah berdoa dan mendekatkan diri pada Allah agar semua masalah ini dapat teratasi. Aku sangat mencintaimu, isteriku.”

Aisha terisak, “Aku juga sangat mencintaimu. Kau besarkanlah jiwamu suamiku, aku berada disampingmu. Aku tidak akan termakan tuduhan jahat itu. Aku yakin akan kesucianmu. Kalau seandainya kau mengizinkan aku ingin dipenjara bersamamu agar aku bisa menyediakan sahur dan buka untukmu.”

“Kau jangan berpikir seperti itu. Kau tenangkanlah pikiranmu. Yakinlah semuanya akan selesai dengan baik. Banyak orang baik yang akan membantu kita. Sekarang yang harus kau prioritaskan adalah perhatianmu pada kandunganmu. Sekarang kau tinggal di mana? Apa sendirian di Zamalek?”

“Tidak. Sejak kejadian itu aku tinggal bersama bibi Sarah dan paman Eqbal.”

“Bagus. Kau akan lebih tenang di sana.”

Aisha kembali memasang cadarnya. Paman Eqbal dan Magdi mendekati kami. Mereka pamitan. Aku merangkul paman Eqbal dan minta doanya. Juga merangkul Magdi dan mengucapkan banyak terima kasih padanya. Mereka lalu keluar. Aku beranjak mengambil bungkusan besar berisi makanan. Tiba-tiba Magdi kembali.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.