Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

“Suamiku, kita ini satu jiwa. Kau adalah aku. Dan aku adalah kau. Kita akan mengarungi kehidupan ini bersama. Dukamu dukaku. Dukaku dukamu. Sukamu sukaku. Sukaku sukamu. Cita-citamu cita-citaku. Cita-citaku cita-citamu. Senangmu senangku. Senangku senangmu. Bencimu benciku. Benciku bencimu. Kurangmu kurangku. Kurangku kurangmu. Kelebihanmu kelebihanku. Kelebihanku kelebihanmu. Milikmu milikku. Milikku milikmu. Hidupmu hidupku. Hidupku hidupmu.”

Hatiku sangat tersentuh dan terharu mendengar perkataannya itu.

“Suamiku, padaku ada dua ATM. Mohon Kau pilihlah satu!” Aisha meletakkan dua kartu ATM di depanku. Aku ragu.

“Suamiku, kalau kau mencintaiku, benar-benar mencintaiku dan memandang diriku adalah milikmu maka ambillah jangan ragu!”

Aku tak bisa tahan menatap sorot matanya yang teduh. Dengan mengucapkan basmalah dalam hati aku mengambil yang paling dekat.

“Terima kasih Suamiku, kau tidak menganggap diriku orang lain. Aku akan menjelas semua hal berkaitan dengan ATM itu dan apa yang aku miliki saat ini. Aku ingin kau yang mengaturnya sepenuhnya. Sebab kau adalah imamku dan aku sangat percaya padamu. Suamiku, ATM yang kau pilih sekarang berisi dana 3 juta empat ratus tiga puluh ribu dollar!”

Aku tersentak mendengarnya.

“Itu adalah rizki yang diberikan Allah kepada kita melalui perusahaan keluarga di Turki. Ceritanya begini. Kakekku, Ali Faroughi, atas kemurahan Allah adalah bisnisman berhasil yang memiliki tiga perusahaan. Yaitu perusahaan tekstil, travel, dan susu. Sebelum meninggal beliau memanggil tiga anaknya yaitu ibuku, paman Akbar, dan bibi Sarah. Beliau membagi dan menyuruh masingmasing memilih perusahaan mana yang disukai. Beliau menyuruh yang paling muda yaitu bibi Sarah untuk memilih lebih dulu. Bibi Sarah memilih perusahaan susu karena dia paling suka minum susu. Lalu paman Akbar memilih travel karena dia orang yang hobinya melancong. Dan ibu dengan sendirinya mendapat jatah perusahaan tekstil.

Kakek orang yang bijaksana dan berpandangan jauh ke depan. Beliau tidak memberikan masing-masing perusahaan itu secara individual penuh. Beliau ingin ketiga anaknya dan keturunannya masih erat rasa persaudaraan dan saling memilikinya. Maka beliau memberikan dengan sistem kepemilikan saham. Pabrik Susu beliau berikan kepada bibi Sarah dengan kepemilikan saham sebesar 60 persen. Selebihnya paman Akbar diberi jatah kepemilikan saham 20 persen, juga ibu. Begitu juga travel, 60 persen milik paman Akbar, yang 40 persen milik ibu dan bibi. Juga perusahaan tekstil 60 persen milik ibu yang 40 persen milik paman dan bibi. Tujuan kakek mengatur seperti itu adalah agar semuanya tetap masih merasa saling memiliki. Juga biar rasa solidaritasnya tetap ada. Kakek berharap semua anaknya akan tetap hidup layak. Seandainya ada salah satu perusahaan yang bangkrut atau gulung tikar maka pemiliknya masih memiliki masukan dari dua perusahaan lain.

Sekarang semua perusahaan dibawah kontrol paman Akbar. Beliau sosok yang berbakat dan profesional seperti kakek. Setiap bulan laba bersih perusahaan diaudit. Maksudnya bersih memang benar-benar bersih setelah dipotong zakat dan pajak. Sepuluh persennya diberikan kepada para pemilik saham. Dan sembilan puluh persennya dikembalikan ke perusahaan untuk diputar lagi. Sepuluh persen dari laba perusahaan itu dibagikan pada pemilik saham sesuai dengan besarnya saham yang dia miliki. Bulan lalu dari pabrik tekstil masuk nominal sebesar

60.000 dollar. Berarti laba bersih perusahaan bulan itu 1 juta dollar. Sepuluh persennya 100.000 dollar dibagi tiga. 60 persen untuk diriku sebagai pengganti ibu, 20 persen paman Akbar dan 20 persen bibi Sarah. Dari perusahaan travel bulan lalu masuk dana 57 ribu dollar, padahal jatah kita hanya dua puluh persen dari sepuluh persen laba perusahaan atau dua persen saja dari laba perusahaan. Dan dari perusahaan susu masuk 78 ribu dollar. Perusahaan travel dan susu memang sudah sangat maju. Perusahaan travel malah sudah merambah perhotelah dan perusahaan susu sudah merambah produksi bahan makanan. Rencananya tahun ini perusahaan tekstil akan mencoba melebarkan sayap dengan mendirikan anak perusahaan di Malaysia. Jadi bulan lalu masuk dana 195 ribu dollar dari Turki ke ATM itu. Dan kira-kira tiap bulan akan masuk dana sebesar itu. Bisa lebih bisa kurang. Bagi orang dunia ketiga, itu jumlah yang sangat besar. Tapi bagi pemilik perusahaan raksasa di negara-negara maju itu jumlah yang sangat kecil sekali.

Suamiku, terserah mau kau atur bagaimana ATM yang ada ditanganmu itu. ATM yang aku pegang ini berisi dana dari aset bisnis di Jerman. Sekarang telah terisi dana 7 juta dollar. Sistemnya aku buat seperti yang di Turki. Tiap bulan Cuma sepuluh persen dari laba bersih perusahaan yang masuk ke pemilik perusahaan. Dan yang ini tidak akan kita otak-atik dulu sampai nanti ketika kita tinggal di Indonesia. Kita akan menggunakannya sebaik mungkin bersama-sama. Jadi aku tidak akan mengutik-utik ATM yang ada di tanganku. Lapar kenyangku adalah atas kebijakanmu. Kaulah yang menjatah dana untuk diriku. Kaulah yang menentukan besarnya dana belanja tiap bulan. Kalau aku minta sesuatu maka aku akan minta padamu. Kaulah imamku.”

Mendengar apa yang dituturkan Aisha aku jadi sedih, pucat merinding dan bergetar. Aku memegang ATM senilai $ 3.430.000,- atau kira-kira sebesar 30 milyar rupiah. Aku merasa gunung Merapi hendak menimpaku.

“Kenapa mukamu jadi berubah warna suamiku? Apakah aku melakukan sesuatu yang menyinggungmu?” tanya Aisha.

“Tidak Aisha. Aku tiba-tiba memikul beban amanah sedemikian beratnya, yang tidak pernah aku bayangkan. Dirimu adalah amanah bagiku. Dan apa yang kau miliki yang kau letakkan di tanganku adalah amanah yang sangat berat bagiku. Aku tak tahu apakah bisa memikul amanah seberat ini?”

“Aku percaya padamu Suamiku.”

Bahwa aku suatu saat akan menjadi imam bagi isteriku dan kelak anakanakku adalah hal yang sudah aku bayangkan. Aku akan jadi suami seorang muslimah Turki juga telah aku bayangkan setelah bertemu Aisha di rumah Syaikh Utsman dan aku sudah membayangkan bagaimana suasana rumah tangga nanti. Sederhana seperti teman-teman Indonesia. Namun aku akan menjadi imam dan penentu jalan hidup seorang jet set shalihah pemilik perusahaan di Turki dan Jerman yang mewakafkan diri dan hartanya di jalan Allah tidak pernah terbayangkan sama sekali.

Aku merasa ilmu, iman dan pengalamanku belum cukup untuk hidup mendampingi seorang Aisha yang kini aku tahu sebenarnya siapa dia. Aku harus meminta saran, nasihat dan pertimbangan pada orang-orang yang lebih kuat jiwanya dan lebih luas cakrawala pandang dan pengalamannya. Aku mengajak Aisha untuk shalat hajat agar Allah memberikan rahmat, taufik dan belas kasihnya sehingga semua amanat dapat ditunaikan dengan baik.

Hari itu juga aku menelpon Syaikh Ahmad Taqiyuddin. Aku minta waktu bertemu beliau aku ingin konsultasi pada beliau secepatnya. Beliau melarang diriku pergi ke Hadayek Helwan. Beliau dan isterinya yang justru akan mendatangi kami.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.