Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Dari perkawinannya dengan suami pertama, Jeany memiliki seorang anak lelaki bernama Robin. Dia mengajak Robin tinggal di rumah mewah itu. Dan ayah menyetujuinya meskipun aku tidak setuju. Sejak Robin tinggal satu rumah denganku aku merasa seperti di neraka. Diam-diam Jeany merancang agar aku menikah dengan Robin, yang dituju adalah segala aset kekayaan yang kini atas nama diriku. Aku jelas tidak mau. Tapi Robin terus mengejarku. Terkadang dia agak keterlaluan. Misalnya tiba-tiba masuk kamarku saat aku sedang belajar. Tentu saja aku tidak sedang memakai jilbab. Aku sangat marah padanya. Kelakuannya kuadukan pada ayah. Tapi ayah sama sekali tidak membelaku. Ayah bukan ayah yang kukenal dulu. Aku tetap bertahan. Di hari tua ayah, aku ingin tetap berada di samping ayah.. Sejak itu aku selalu mengunci kamarku untuk berhati-hati.

Tapi Robin sungguh keterlaluan. Entah bagaimana caranya dia bisa memasang kamera di kamar mandiku. Suatu malam dia menghadiahkan kaset itu padaku. Langsung aku putar kaset itu. Betapa terperanjatnya aku melihat apa yang dilayar kaca. Yang kulihat adalah diriku sedang gosok gigi dan mandi. Aku sangat marah pada Robin, aku merasa harga diriku diinjak-injak.

Untungnya, Allah Swt masih menyelamatkan kehormatanku. Dalam rekaman itu, aurat paling aurat yang kumiliki sama sekali tidak terbuka. Tertutup rapat. Untuk itu aku sangat berterima kasih kepada ibu dan nenek. Sejak kecil ibu mengajariku agar memiliki rasa malu kepada Allah melebihi rasa malu pada manusia. Ibu menanamkan sejak kecil untuk tidak telanjang bulat di manapun juga. Meskipun sedang sendirian di kamar tidur atau kamar mandi. Jika mandi ibu mengajarkan untuk tetap memakai basahan. Orang-orang pilihan, kata ibu, jika mandi tetap memakai basahan, tidak telanjang bulat. Ibu berkata, ‘Jika kita malu aurat kita dilihat orang, maka pada Allah kita harus lebih merasa malu.’

Menurut cerita ibu, dan ibu dari dari nenek, di zaman nabi dulu, ketika nabi tahu ada orang mandi tidak memakai sarung, beliau langsung naik mimbar dan menyuruh umatnya untuk menutup aurat ketika mandi.

Alhamdulillah sejak sebelum akil baligh aku telah terbiasa untuk mandi dengan tetap memakai basahan yang menutup aurat atas dan aurat bawah. Dan memang inilah tradisi perempuan di keluarga kami, keluarga Palestina. Nenek mendapatkan ajaran seperti itu dari ibunya. Lalu nenek mengajarkan pada anaknya. Dan anaknya mengajarkan pada anaknya. Nenek, ibu, bibi Sarah dan aku, tidak akan bisa mandi tanpa basahan. Malu rasanya.

Yang terekam oleh kamera Robin adalah aku menggosok gigi dan mulai mandi. Durasinya hanya sepuluh menit setelah itu putus. Mungkin kaset perekamnya habis. Aku bersyukur kepada Allah atas perlindungannya. Sebab satu jam setelah mandi itu aku buang air kecil. Jika kegiatan sangat pribadi seperti itu terekam, aku akan merasa menjadi wanita paling malang di dunia. Kejahatan Robin aku laporkan ke polisi. Polisi langsung mengusut dan menahannya. Tindakannya termasuk kriminal serius. Dia dijebloskan ke dalam penjara. Namun satu minggu kemudian dia keluar. Ternyata justru ayah yang membebaskannya dengan tebusan dan jaminan atas permintaan Jeany.

Sejak itu aku sangat marah pada ayah. Jika ayah mencintai mendiang ibu, semestinya dia melindungi anak gadisnya. Bukan malah membebaskan seorang bajingan yang mencoba membuka aurat anak gadisnya. Aku merasa sudah tidak perlu lagi tinggal bersama mereka. Diriku bisa binasa. Aku hengkang dari rumah dan menyewa flat di dekat kampus dan sejak itu tidak pernah lagi menginjak rumah itu. Tapi rumah itu tidak mungkin kubiarkan jatuh ke tangan Jeany. Sebetulnya aku bisa saja mengusir mereka semua. Tapi itu sama saja aku mengusir ayah. Aku tidak mau itu. Nanti, jika tiba saatnya rumah itu akan kembali jadi rumah yang enak disinggahi. Aku menghabiskan masa kecil bersama ibu di sana. Sekarang aku hanya bisa berdoa semoga Allah kembali memberikan hidayah-Nya kepada ayah.”

Aku mengelus pipi Aisha yang basah.

“Maafkan aku Fahri, suasananya jadi sedih.”

“Sekarang aku ini adalah dirimu Aisha, bukan orang lain. Tapi aku merasa sangat cemburu sekali.”

“Kenapa?”

“Robin itu. Ingin sekali aku menghajarnya.”

“Terima kasih Fahri, love is never without jealousy. Cinta selalu disertai rasa cemburu. Tanpa rasa cemburu cinta itu tiada. Kau memang suami yang kuidamkan!”

* * *

Malam merambat begitu cepat.

“Jam berapa sekarang, Sayang?” tanyaku pada Aisha.

“Mungkin jam setengah sebelas,” jawabnya sambil menggeliat dan bangkit.

“Sudah malam sudah waktunya kita masuk ke dalam, yuk!” sambungnya sambil menarik tanganku. Aku bangkit menuruti ajakan Aisha. Sekilas kulayangkan pandangan keluar. Kornes Nil masih ramai. Mobil-mobil masih banyak yang lalu lalang dengan sorot lampu seperti cahaya meteor.

Aisha mengajakku masuk kamar pengantin yang semerbak wangi. Kami di tepi ranjang. Aku puas-puaskan menikmati keelokan wajahnya. Kedua matanya sangat indah. Kami berpandangan saling menyelami. Terngiang dalam diri sabda Nabi,

Sebaik-baik isteri adalah jika kamu memandangnya membuat hatimu senang, jika kamu perintah dia mentaatimu, dan jika kamu tinggal maka dia akan menjaga untukmu harta dan dirinya.[98] I

“Aisha, kau cantik sekali, memandang wajahmu sangat menyenangkan!” lirihku.

Aisha tersenyum sambil melingkarkan kedua tangannya di leherku.

“Fahri, kau pria terbaik yang pernah kutemui, kaulah cinta pertama dan terakhirku. Aku punya sebuah puisi untukmu. Maukah kau mendengarnya?”

Aku menganggukkan kepala. Kuperhatikan dengan seksama gerak bibirnya. Apa yang akan diucapkannya. Dia malah diam lama sekali lalu tersenyum. Aku gemes dibuatnya.

“Dengarlah baik-baik Kekasihku, jangan sampai ada satu huruf yang terlewatkan. Puisi ini lebih berharga dari dunia ini seisinya. Kehilangan satu huruf saja kau akan sangat menyesalinya:

agar dapat melukiskan hasratku, kekasih,

taruh bibirmu seperti bintang di langit kata-katamu,

ciuman dalam malam yang hidup,

dan deras lenganmu memeluk daku

seperti suatu nyala bertanda kemenangan

mimpikupun berada dalam

benderang dan abadi[99]

Aisha luar biasa romantisnya. Kupandangi lekat-lekat wajahnya sambil terus memuji keagungan Tuhan. Hasrat yang terlukis diwajahnya dapat kubaca dengan jelas. Dengan suara pelan kubalas puisinya:

alangkah manis bidadariku ini

bukan main elok pesonanya

matanya berbinar-binar alangkah indahnya bibirnya, mawar merekah di taman surga

Kami lalu memainkan melodi cinta paling indah dalam sejarah percintaan umat manusia, dengan mengharap pahala jihad fi sabilillah, dan mengharap lahirnya generasi pilihan yang bertasbih dan mengagungkan asma Allah Azza wa Jalla di mana saja kelak mereka berada.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan bidadari itu seperti permata Yajut dan marjan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.[100]

 

19. Rencana-rencana

“Aisha, berapa hari kita akan tinggal di flat mewah ini, dan setelah itu kita akan tinggal di mana?” tanyaku pada Aisha setelah shalat Dhuha. Dia belum memberi tahu rumah yang disewa untuk hidup berdua.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.