Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Aisha meminta agar uang yang aku miliki saat ini disiapkan untuk mahar dan pengurusan surat nikah KBRI. Adapun biaya yang lainnya biar paman Eqbal yang mengurusi. Tempat pesta walimatul ursy juga ditetapkan saat itu juga. Yaitu di Darul Munasabat[91] masjid Rab’ah El-Adawea, Nasr City. Itu adalah tempat yang paling cocok. Letaknya strategis. Dekat dengan tempat tinggal umumnya mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Turki. Jumlah orang indonesia yang akan diundang sekalian di tentukan. Tentunya undangan terbatas. Karena di pihak Aisha juga mengundang orang Turki. Undangan disesuaikan dengan kapasitas tempat duduk. Jenis hidangan yang disajikan juga ditetapkan. Tidak terlalu mewah tapi juga tidak terlalu sederhana. Yang dicari adalah barakahnya.

Malam zafaf juga ditentukan. Tidak setelah akad, tapi setelah walimah. Tempatnya di mana, Aisha dan Sarah yang akan merancangnya. Aku diminta tinggal menerima jadi saja. Sebab suasana kamar pengantin akan dibuat suasana Turki. Sarah adalah seorang da’iyah di kalangan mahasiswi Turki, karenanya aku yakin meskipun di tata ala Turki tapi tidak akan menyimpang dari sunnah nabi.

Saat itu juga Eqbal mengukur tubuhku untuk mencari pakaian pengantin yang akan dipakai saat walimah nanti. Sesuai keinginan Aisha, rencananya kami berdua akan memakai busana pengantin muslim Turki. Hal-hal seperti itu bagiku tidak ada masalah. Semua panitia akan ditangani oleh teman-teman dari Turki. Eqbal hanya minta bantuan beberapa orang untuk penyambut tamu dan penyaji hidangan.

Perbincangan selesai tepat saat azan maghrib berkumandang. Sore itu sejarah baru hidupku telah dirancang dengan matang. Aisha sempat tersenyum padaku sebelum ia dan keluarganya meninggalkan ruang tamu Syaikh Utsman. Aku tidak bisa mengungkapkan rasa cintaku yang membuncah memenuhi segenap ruang hatiku. Aku melangkahkan kaki dengan perasaan bahagia tiada terkira, meskipun aku tidak mengingkari ada sedikit rasa cemas. Cemas yang terlahir dari kekurangpercayaan pada apa yang aku alami. Yang aku alami tadi sungguhkah kejadian nyata ataukah sekadar mimpi belaka? Terkadang orang yang terlalu bahagia melihat apa yang dialaminya seperti mimpi. Terkadang waktu berjalan sedemikian cepatnya tanpa memberi kita kesempatan untuk berpikir sebenarnya apa yang sedang terjadi pada diri kita sendiri.

 

16. Cobaan

Teladan orang-orang yang bercinta adalah Baginda Nabi. Cinta sejati adalah cintanya sepasang pengantin yang telah diridhai Tuhan dan didoakan seratus ribu malaikat penghuni langit. Tak ada perpaduan kasih lebih indah dari pernikahan, demikian sabda baginda Nabi.

Setelah melihat Aisha yang tiada lain adalah calon bidadariku, belahan jiwa yang akan mendampingi hidupku, tak bisa kupungkiri aku didera rasa cinta yang membuncah-buncah. Inilah cintaku yang pertama, dan Aisha adalah gadis pertama yang menyentuh hatiku dan menjajahnya.

Waktu di Aliyah dulu, aku pernah naksir pada seorang gadis tapi tak pernah sampai menyentuh hati. Tak pernah sampai merindu dendam. Aku bahkan tak punya keberanian untuk sekadar menyapanya atau mengingat namanya. Diriku yang saat itu hanya berstatus sebagai khadim romo kiai, batur para santri, tak berani sekadar mendongakkan kepala kepada seorang santriwati.

Juga selama di Kairo, sampai Aisha membuka cadarnya di rumah Syaikh Utsman. Kuakui ada satu nama yang membuatku selalu bergetar bila mendengarnya, namun tak lebih dari itu. Aku merasa sebagai seekor punguk dan seluruh mahasiswi Indonesia di Kairo adalah bulan. Aku tidak pernah berusaha merindukannya. Dan tak akan pernah kuizinkan diriku merindukannya. Karena aku merasa itu sia-sia. Aku tak mau melakukan hal yang sia-sia dan membuang tenaga.

Aku lebih memilih mencurah seluruh rindu dendam, haru biru rindu dan deru cintaku untuk belajar dan menggandrungi Al-Qur’an. Telah kusumpahkan dalam diriku, aku tak akan mengulurkan tangan kepada seorang gadis kecuali gadis itu yang menarik tanganku. Aku juga tak akan membukakan hatiku untuk mencintai seorang gadis kecuali gadis itu yang membukanya. Bukan suatu keangkuhan tapi karena rasa rendah diriku yang selalu menggelayut di kepala. Aku selalu ingat aku ini siapa? Anak petani kere. Anak penjual tape. Aku ini siapa? aku adalah lumpur hitam yang mendebu menempel di sepatu dan sandal hinggap di atas aspal terguyur hujan terpelanting masuk comberan siapa sudi memandang atau mengulurkan tangan? tanpa uluran tangan Tuhan aku adalah lumpur hitam yang malang

Tuhan telah mengucapkan kun! Lumpur hitam pun dijelma menjadi makhluk yang dianugerahi kenikmatan cinta yang membuncah-buncah dan rindu yang berdebam-debam. Seorang bidadari bermata bening telah disiapkan untuknya. Fa bi ayyi alaai Rabbikuma tukadziban! Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.[92]

Belum juga masuk surga, Tuhan telah begitu pemurah memperlihatkan seorang bidadari yang baik dan cantik, bidadari yang putih bersih bernama Aisha. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakan yang kamu dustakan?

Maka tiada henti menangis kepada Tuhan, merasa terlalu agung anugerah yang dilimpahkan oleh-Nya kepadaku yang lumpur hitam. Mengiba-iba kepadaNya kiranya anugerah ini bukan bentuk istidraj, bukan bentuk nikmat yang sejatinya azab. Dalam sujud tangis di keheningan malam kuisakkan seribu doa dari ratapan jiwa. Doa Adam, doa Ibrahim, doa Ayyub, doa Ya’qub, doa Daud, doa Sulaiman, doa Zakariya, doa Muhammad, doa seribu nabi, doa seribu wali, dan doa seribu sufi yang telah mereguk cinta hakiki dan melahirkan sejuta generasi rabbani.

* * *

Dua hari menjelang hari H, barulah teman-teman satu rumah aku beritahu. Semua urusan di KBRI sudah selesai. Mahar telah aku beli; seuntai kalung, sebuah cincin dan mushaf mahar. Aku juga telah membeli satu stel jas yang pantas. Aku meminta kepada teman-teman untuk mengundang teman-teman terdekat. Tak lebih dari empat puluh orang. Mohon kesediaan datang di acara akad nikah Jum’at depan, di masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Shubra El-Khaima.

Seperti biasa Rudi nyeletuk, “Nurul dkk. diundang nggak Mas?”

“Untuk akadnya tidak usah. Tapi walimahnya ya,” jawabku dengan tegas. Sebagai kabar gembira kuberitahukan pada teman-teman bahwa Bapak Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) secara khusus telah kuminta untuk menjadi saksi, dan beliau telah menyatakan kesediaannya. Aku juga minta pada teman-teman untuk mengundang dua ratus orang. Seratus lima puluh putera dan lima puluh puteri untuk datang di acara walimatul ‘ursy. Teman-teman satu rumah sepertinya masih tidak percaya pada apa yang aku kabarkan. Namun mereka mau tidak mau harus percaya sebab aku tidak pernah main-main untuk urusan serius.

Aku datangi rumah Tuan Boutros. Kosong.

Saiful bilang, saat aku dua hari tidak di rumah, Tuan Boutros sekeluarga pergi rekreasi ke Pantai Hurgada. Dua hari yang lalu aku memang sibuk di Nasr City membantu teman-teman Turki mempersiapkan segalanya. Aku merasa tidak lengkap jika sampai pesta walimatul ursy nanti keluarga Tuan Boutros tidak menyaksikan. Mereka adalah orang terdekat selama tiga tahun ini. Aku mencoba menghubungi nomor handphone Maria. Jawabannya, nomor yang anda hubungi sedang berada di luar area! Sedih! Aku minta pada Rudi agar terus mencoba menghubungi Maria, memberitahukan acara paling bersejarah dalam hidupku ini pada keluarganya. Mohon mereka bisa datang pada saat pesta walimah.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.