Baca Novel Online

 

Ayat Ayat Cinta – Habiburrahman El Shirazy

Dalam gelap aku tidak tahu berada di alam apa. Tiba-tiba aku berjumpa dengan orang yang kurus dan bercahaya wajahnya, orang yang belum pernah aku berjumpa dengannya. Dia mengenalkan dirinya sebagai Abdullah bin Mas’ud. Aku tersentak kaget. Abdullah bin Mas’ud adalah satu-satunya sahabat, yang Baginda Nabi ingin mendengar bacaan Al-Qur’an darinya. Abdullah bin Mas’ud adalah Guru Besar Tafsir dan Qiraah di kota Kufah. Imam-imam besar dari kalangan tabiin banyak yang belajar membaca Al-Qur’an darinya. Abdullah bin Mas’ud tersenyum padaku serta merta aku mencium tangannya, ia menyambutku dan memeluk diriku. Aku bisa berdiri, aku tidak lumpuh. Ibnu Mas’ud membisikkan syafakallah ke telingaku. Aku mencium bau harum dari jubah dan tubuhnya.

Beliau melepaskan pelukannya dan memintaku membaca Al Baqarah. Aku membacanya dengan hati bahagia. Beberapa kali dia membetulkan bacaanku. Aku membaca sampai akhir Al Baqarah. Abdullah bin Mas’ud memintaku berhenti. Abdullah bin Mas’ud mencium keningku dan hendak pergi. Aku menahannya. Aku katakan aku ingin menanyakan sesuatu padanya. Beliau tersenyum dan menyilakan aku bertanya.

Aku tanyakan padanya, “Apakah benar riwayat yang mengatakan Anda tidak mengakui mushaf Utsmani?”

Abdullah bin Mas’ud tersenyum padaku dan berkata dengan suara yang sangat berwibawa,

“Yang tidak mengakui mushaf Utsmani dan tidak suka dengannya adalah orang-orang munafik dan orang-orang yang memusuhi agama Allah. Mereka mencatut namaku untuk membela tujuan-tujuan mereka yang jahat. Apa yang ada di dalam mushaf Utsmani dari Al Fatihah sampai An Naas adalah wahyu yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Baginda Nabi. Tertulis utuh dan sempurna. Tidak berkurang dan tidak bertambah meskipun cuma satu huruf. Dan apa yang ada dalam mushaf Utsmani itulah yang aku ajarkan pada para tabiin dan mereka mengajarkan pada murid-muridnya. Begitu seterusnya hingga sampai kepadamu dan kepada jutaan umat Muhammad di seluruh penjuru dunia. AlQur’an terjaga keasliannya. Memang akan selalu ada orang-orang jahat yang berusaha meragukan kebenaran dan merusak kesucian Al-Qur’an. Namun ketahuilah usaha mereka akan sia-sia. Sebab Allah sendiri yang akan menjaga keutuhan dan kesuciannya sampai hari akhir. Dan orang-orang pilihan Allah di dunia ini adalah mereka yang disebut Ahlul Quran. Orang-orang yang hatinya selalu terpatri pada Al-Qur’an, mengimani Al-Qur’an, dan berusaha mengajarkan dan mengamalkan isi Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan.”

Sahabat nabi, Abdullah bin Mas’ud tersenyum. Aku pun tersenyum. Aku ingin ikut dengannya, tapi beliau tidak memperbolehkannya. Aku lalu titip padanya salam sejahtera, rasa cinta dan rasa rindu tiada terkira untuk Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sahabat nabi itu lalu meninggalkan diriku. Semakin lama semakin jauh. Mengecil. Menjadi titik. Dan hilang. Aku merasa kehilangan dan sedih. Mataku basah.

 

12. Siapa Malaikat Itu?

Wajah itu Nurul. Ya Nurul. Ketika aku terbangun dari ketidaksadaran, aku melihatnya, tak jauh dari kakiku bersama teman-temannya. Kulihat sekilas wajahnya sendu. Ada juga ketua dan pengurus PPMI, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia. Saiful duduk di dekat kepalaku. Ia paling dekat denganku. Tangannya mengusap pipiku yang basah.

“Alhamdulillah, Mas Fahri sadar.” Aku mendengar mereka memuji Allah.

“Sabar Mas Ya? Insya Allah segera sembuh,” lirih Saiful dengan mata berkaca-kaca.

“Aku sakit apa katanya Saif?”

“Dokter belum menjelaskannya Mas.”

Zaimul Abrar, Ketua PPMI, mendekat, mendoakan, dan atas nama seluruh mahasiswa ikut merasa sedih atas sakit yang menimpaku. Lalu gantian Nurul mewakili teman-temannya, ketika dekat dengan diriku ia menatapku dengan penuh iba dan sorot mata yang aku tidak tahu maknanya. Kedua matanya berkacakaca dan sendu. “Cepat sembuh Kak. Cepat selesaikan masternya dan cepat mengabdi di tanah air tercinta,” katanya terbata-bata. Aku mendengarnya dengan sesekali memejamkan mata.

“Mas kami pamit. Kami sudah lama di sini. Syafakallah!” ucap Zaim.

“Kami juga minta diri Kak,” ikut Nurul.

Mereka pun pulang. Aku merasa wujudku benar-benar ada dan berarti. Aku merasa diperhatikan, disayang, dan dicintai semua orang.

Dua menit setelah mereka keluar, Syaikh Ahmad datang bersama Ummu Aiman. Syaikh Ahmad berusaha tersenyum padaku. Beliau memelukku pelan sambil mendoakan kesembuhanku. Ia tahu aku sakit dari Mishbah yang ketika shalat shubuh mengabarkan padanya. Syaikh Ahmad memberikan sedikit tadzkirah yang membesarkan hatiku dan menguatkan jiwaku.

“Pintu-pintu surga terbuka lebar untuk orang yang sabar menerima ujian dari Allah!”

Syaikh Ahmad tidak lama berada di sisiku. Tak lebih dari seperempat jam. Setelah itu pamitan. Beliau membawa dua kilo anggur yang sangat segar.

* * *

Menjelang maghrib Dokter Ramzi Shakir memberi tahu setelah melihat hasil foto rontgen kepalaku, aku harus dioperasi. Ada gumpalan darah beku yang harus dikeluarkan. Rencananya operasi besok pagi pukul delapan. Aku diminta untuk puasa malam ini. Aku mungkin akan tinggal di rumah sakit sekitar satu bulan lamanya. Aku menitikkan air mata. Saiful dan Mishbah menghibur, meskipun kulihat mereka berdua juga menitikkan air mata.

Menjelang Isya, Syaikh Utsman Abdul Fattah benar-benar datang bersama beberapa teman Mesir yang mengaji qiraah sab’ah pada beliau. Syaikh Utsman mengusap kepalaku, persis seperti ayahku mengusap kepalaku. Beliau tersenyum padaku. Beliau meminta kepada semuanya untuk keluar sebentar. Beliau ingin berbicara hanya berdua denganku. Saiful, Mishbah dan teman-teman Mesir keluar meninggalkan kami. Syaikh Utsman duduk di kursi dekat dadaku.

Sambil mengelus rambut kepalaku beliau berkata,

“Anakku, ceritakan padaku apa yang dilakukan sahabat nabi yang mulia, Abdullah bin Mas’ud padamu?”

Aku kaget bukan main. Bagaimana Syaikh Utsman tahu kalau aku bertemu sahabat nabi Abdullah bin Mas’ud dalam pingsanku.

“Tadi malam jam tiga saat aku tidur setelah tahajjud aku didatangi Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu. Aku hanya sempat bersalaman saja. Beliau bilang akan menjengukmu sebelum aku menjengukmu.” Syaikh Utsman seperti mengerti keherananku, beliau menjelaskan bagaimana beliau tahu aku kedatangan Abdullah bin Mas’ud.

“Bagaimana Syaikh bisa yakin aku benar-benar di datangi Abdullah bin Mas’ud?” tanyaku dengan suara serak untuk lebih meyakinkan diriku.

“Seperti keyakinan Rasulullah ketika bermimpi akan berhaji dan membuka kota Makkah.”

Jawaban singkat Syaikh Utsman menyadarkan diriku akan kekuatan mimpi orang-orang shaleh yang dicintai Allah subhanahu wa ta’ala. Untung aku sudah membaca dan menelaah Kitab Ar Ruuh yang ditulis oleh Imam Ibnu Qayyim Al Jauzi. Murid utama Imam Ahmad bin Hambal dan ulama terkemuka pada zamannya itu membahas masalah ruh dengan tuntas disertai dalil-dalil yang tidak bisa diragukan. Bahwa ruh orang yang telah wafat bisa bertemu dengan ruh orang yang masih hidup. Semuanya atas izin dan kekuasaan Allah Swt. Kisah para sahabat dan ulama salafush shalih menjadi bukti dan kenyataan yang terang tiada keraguan seperti terangnya cahaya matahari di waktu siang.

Categories:   Romantis

Comments

  • Posted: November 11, 2015 13:55

    jaka ferdy

    is very good
  • Posted: March 3, 2016 02:42

    fida kurnia

    bagus sekali.....
    • Posted: March 7, 2016 08:26

      fida kurnia

      yang bayak dong novel nya
  • Posted: March 16, 2016 03:02

    nizar al fahmi

    siah... begus apa ? deggik la tak kenneng beca
  • Posted: March 21, 2016 17:48

    mokhamad sidik

    asik bnget critanya!!!
  • Posted: May 1, 2016 11:37

    Mughni Nurillah

    Ya Allah indahnya bisa baca novel islami ini. Novel yang bener2 bermanfaat. Novel islami seperti ini yang harusnya banyak di toko2 buku atau perpustakaan
  • Posted: October 22, 2016 17:49

    Banjar sakti

    Novel karangan habiburrahman alsirazy yang lain ada gak gan. Seru banget..
  • Posted: October 24, 2016 15:51

    A

    bagus
  • Posted: March 6, 2017 13:02

    rahmat

    ini akan menjadi motifasi bagi yang membaja saya merasakan betapa indahnya novel ini
  • Posted: August 11, 2017 07:25

    IfaMunawar

    Subhanalloh,Subhanalloh. Saya seperti merasakan nuansa yg ada didalam Novel ini, sungguh novel penggugah jiwa untuk saya.
  • Posted: August 21, 2017 23:56

    Hilman

    Alhamdulillah bisa baca novel ini secara online
  • Posted: October 8, 2017 02:45

    asmawi

    alhamdulillah bisa membaca novel ayat-ayat cinta menggantikan kerinduanku dengan filmnya terdahulu
  • Posted: November 4, 2017 17:33

    agil reno

    Keren banget ceritanya

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.